Ketika berbicara tentang dakwah, berbagai versi dan tanggapan dari masyarakat muncul ke permukaan. Baik itu pisitif atau pun negatif. Ke dua hal itu menjadi pemicu tersendiri bagi pendakwah.
Berdakwah sesungguhnya adalah menyeukan ajaran Rasulullah SAW. bagaimana cara pendakwah, membawa masyarakat mencintai Rabb dan Rasulnya, meskipun hidayah datangnya dari Allah SWT. tak ada salahnya, pendakwah tetap berusaha saling mengingatkan.
Sebagian masyarakat berpandangan bahwa, pendakwah hanya bisa berbicara, tidak untuk prakteknya. Aku bingung, kenapa mereka bisa berkomentar seperti itu, apa karena mereka pernah mendapati seorang pendakwah yang prilakunya tak sesuai dengan apa yang dikatakannya? Atau bisa lebih parah dari itu?
Aku tahu dan kita semua juga tahu, manusia tempat lupa dan salah. seorang pendakwah juga manusia, ia memiliki sifat lupa dan salah, karena itu pula, kita diharuskan untuk saling mengingatkan.
Dakwah bisa dilakukan dimana saja, dan dengan cara yang berbeda pula. Durasi untuk berdakwah tak ada batasnya, selama kita masih hidup, dakwah tetap bisa kita lakukan, tak untuk khalayak ramai, untuk keluarga kecil kita sendiri pun bisa, bahkan, kita juga bisa mendakwahi diri kita sendiri.
Tak ada larangan berdakwah, hanya saja yang perlu di perhatikan adalah, cara kita dalam berdakwah. Dakwah yang kita lakukan haruslah sejalan dengan dakwah yang dilakukan Rasul kita, meniru bagaimana cara rasul berdakwah, baimana cara rasul bisa membuat mereka masuk Islam.
Dakwah dengan cara Rasul, bukan menghakimi.