Durasi waktu terus berjalan
tak menghirau pejalan kaki yang letih
tanpa perhitungan, terus berdetik
hingga mereka melaju
Dalam perjalanan jauh
pejalan kaki terus mengukir langkah
merajut asa
menghapus peluh
Tanpa arah jelas terlihat
tak berhujung
jalinan waktu dan jarak
seperti kompak menyiksa
tak sedikit rintihan terdengar
jeritan lelah pun menggema
terasa asin air di lidah
tak tertelan butir nasi dan ikan
Tuhan Mendengar!
Tuhan Melihat!
Hanya mencoba
sejauh mana mereka mampu
telapak kaki terbakar aspal
kepala terebus mentari
tak henti
hingga detik itu berhenti
saat
jembatan iris rambut terlihat
bukan helaan lega yang terdengar
bukan senyuman yang tergambar
pun
bukan pula kebahagiaan
mereka terus meratapi
nasib lalu yang keji
hingga balasan yang Dijanji
terlihat jelas di depan mata
tak mampu menghindar
berlari menjauh, mustahil
hanya kaki yang kembali melangkah
hingga ketetapanNya berhujung nyata