Minggu, 09 April 2017

Balasan Abadi

Durasi waktu terus berjalan
tak menghirau pejalan kaki yang letih
tanpa perhitungan, terus berdetik
hingga mereka melaju

Dalam perjalanan jauh
pejalan kaki terus mengukir langkah
merajut asa 
menghapus peluh

Tanpa arah jelas terlihat
tak berhujung
jalinan waktu dan jarak
seperti kompak menyiksa

tak sedikit rintihan terdengar
jeritan lelah pun menggema
terasa asin air di lidah
tak tertelan butir nasi dan ikan

Tuhan Mendengar!
Tuhan Melihat!
Hanya mencoba
sejauh mana mereka mampu

telapak kaki terbakar aspal
kepala terebus mentari
tak henti 
hingga detik itu berhenti
saat
jembatan iris rambut terlihat

bukan helaan lega yang terdengar
bukan senyuman yang tergambar
pun
bukan pula kebahagiaan

mereka terus meratapi
nasib lalu yang keji
hingga balasan yang Dijanji
terlihat jelas di depan mata

tak mampu menghindar
berlari menjauh, mustahil
hanya kaki yang kembali melangkah 
hingga ketetapanNya berhujung nyata