Rabu, 28 November 2012

Suryaku Di sebalik Awan


Penerangku tak kunjung hadir
Tak terbeban akan tugasnya
Tak menyatu dengan alamku...

Suryaku...
Sedang apa kamu?
Dimanakah dirimu?
Apa yang harus kulakukan tanpamu?

Tak terbendung rasaku...
Inginku merasakan kehangatanmu...
Ingin ku kembali didalam cahayamu...
Namun...
Kau tak kunjung hadir...

Hari berganti hari...
Bulan berganti bulan...
Kau tetap tak hadir...
Tak menemaniku...
Tak menghangatkanku sekilas waktu pun...

Terpana akan waktu yang begitu lama...
Hingga detik-detik terakhir pun berdentang...
Saat itu...
Kudapati kau disebalik awan...
Ku terdiam tak mampu menyapa...
Tak mampu mengusik lingkaran yang mati...
Kini...
Ku mentapmu wahai cahayaku...
Namun...
Ku tak kuasa mendekatimu...

Oh suryaku yang bersahaja...
Oh suryaku yang damai...
Kau hanya terdiam di balik awan dengan cahayamu yang redup...
Ku hanya menatapmu dalam sendu...

_________________________________________________Sky lovers

Senin, 26 November 2012

Suara langit yang menangisi bumi

Terbersit, inginku menjumpai sang langit, inginku menenangkan dirinya yang sedang gundah gulana memikirkan bumi yang telah begitu jauh darinya...
Memikirkan kabar tentang bumi yang mulai tak taat..
Inginku memberinya seulas senyuman...
Namun ku tak mampu . . .
Tak memiliki kuasa untuk menyapanya...
karena ku pun dalam kepiluan...

wahai sang langit yang mulai menangisi bumi...
janganlah kau tenggelam dalam keresahan . . .
jagalah hatimu agar terus bertasbih,..
gemakan AsmaNya ...
semoga kesedihanmu hilang bersama angin...

Sandarkan dirimu sejenak...
Dan mulailah berfikir akan kebenaran kabar yang di bawa angin itu...
janganlah ada kecewa dalam kepercayaan yang maya..

Di sini, aku ikut mendoakanmu..
meski dalam kesakitan akan tingkahmu,..
Doaku tetap menyertaimu,..
Karena kau . . .

Sanubariku ikut menangis, melihatmu menangis...
Jiwaku merintih saat kau berteriak perih...
Aku membisu dalam kesungian malam...
menatapmu yang beradu dengan egomu...

wahai hati yang pernah singgah di jiwaku...
semoga Allah memberimu siecercah sinar...
Agar kau kembali . . .

Jumat, 16 November 2012

Suryaku


            Seindah mentari yang baru muncul menyinari bumi, seindah itu pula mimpiku semalam. Aku tak ingin membuka mataku, karena ku takut semua itu akan hilang begitu saja, dan ternyata benar, begitu ku membuka mataku, semua itu menghilang begitu saja, keindahan itu hilang dalam hitungan detik. Aku tak mampu untuk mengembalikannya seperti semula, semua telah hilang dimakan waktu.
            Untuk sepersekian menit, aku masih terdiam, tak mampu bergerak. Ku tatapi sinar mentari yang memasuki ruang kamarku. Begitu indah dan menawan. Mulai ku bangun dari rebahanku. Mulai bersiap menghadapi hari-hariku yang selalu sama, bangun tidur, mandi, sarapan, sekolah, belajar, les, kembali ke rumah, dan mengerjakan apa yang bisa dikerjakan di rumah, hingga malam tiba dan kembali tidur, dan keesokannya, kegiatanku masih sama, hingga hari ini.