Terbersit, inginku menjumpai sang langit, inginku menenangkan dirinya yang sedang gundah gulana memikirkan bumi yang telah begitu jauh darinya...
Memikirkan kabar tentang bumi yang mulai tak taat..
Inginku memberinya seulas senyuman...
Namun ku tak mampu . . .
Tak memiliki kuasa untuk menyapanya...
karena ku pun dalam kepiluan...
wahai sang langit yang mulai menangisi bumi...
janganlah kau tenggelam dalam keresahan . . .jagalah hatimu agar terus bertasbih,..
gemakan AsmaNya ...
semoga kesedihanmu hilang bersama angin...
Sandarkan dirimu sejenak...
Dan mulailah berfikir akan kebenaran kabar yang di bawa angin itu...
janganlah ada kecewa dalam kepercayaan yang maya..
Di sini, aku ikut mendoakanmu..
meski dalam kesakitan akan tingkahmu,..
Doaku tetap menyertaimu,..
Karena kau . . .
Sanubariku ikut menangis, melihatmu menangis...
Jiwaku merintih saat kau berteriak perih...
Aku membisu dalam kesungian malam...
menatapmu yang beradu dengan egomu...
wahai hati yang pernah singgah di jiwaku...
semoga Allah memberimu siecercah sinar...
Agar kau kembali . . .
Memikirkan kabar tentang bumi yang mulai tak taat..
Inginku memberinya seulas senyuman...
Namun ku tak mampu . . .
Tak memiliki kuasa untuk menyapanya...
karena ku pun dalam kepiluan...
wahai sang langit yang mulai menangisi bumi...
janganlah kau tenggelam dalam keresahan . . .jagalah hatimu agar terus bertasbih,..
gemakan AsmaNya ...
semoga kesedihanmu hilang bersama angin...
Sandarkan dirimu sejenak...
Dan mulailah berfikir akan kebenaran kabar yang di bawa angin itu...
janganlah ada kecewa dalam kepercayaan yang maya..
Di sini, aku ikut mendoakanmu..
meski dalam kesakitan akan tingkahmu,..
Doaku tetap menyertaimu,..
Karena kau . . .
Sanubariku ikut menangis, melihatmu menangis...
Jiwaku merintih saat kau berteriak perih...
Aku membisu dalam kesungian malam...
menatapmu yang beradu dengan egomu...
wahai hati yang pernah singgah di jiwaku...
semoga Allah memberimu siecercah sinar...
Agar kau kembali . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar