Kata-kataku
keruh, membeku bersama seribu harapan kepadamu
Mengiba
di satu titik ketidak-mampuanku
Dan tak
lekang waktu menampilkan bayangan semu
Puisi
sendu menjadi teman karibku
Kala
sunyi menyanyi dengan piku
Membuat
hati kian gelisah mendayu-dayu
Terhunus
cinta, hingga lelah terbelenggu rindu
Malam-malam
yang kulalui tanpamu
Menjadi
tempat bercengkrama bagi kalbu
Tak pernah
usai meski kelam berlalu
Hingga
menjelang pagi pun, aku masih mengenangmu
Hanya
Tuhan yang tau keinginan hati
Saat
hati hanya bisa merasa perih
Mungkin,
diriku yang tak pernah memahami realita
Tentang
perasaanmu kepadaku saat ini
Duka
apapun, aku takkan pernah peduli itu
Bilapun
berakibat buruk untukku suatu hari nanti
Aku kan
tetap mencintai dan menyayangi
Dengan
rasa yang indah meski kelak tersakiti
Aku rela
menjadi butiran debu demi dirimu
Debu
yang dapat kau sentuh meski bukan ragaku
Agar
engkau mengerti betapa besar rasa cintaku ini
Bersama
seribu harapan yang kugenggam di dasar hati
#kebogiras,
rinaihujan. 2 Mar 17
Tidak ada komentar:
Posting Komentar