"Kalau kamu di tanya, lebih suka saat senja atau saat malam? apa yang akan kamu jawab?" Tanya Riani saat Tari sibuk membolak-balikkan daging yang sedang di paganggangnya.
"Hmm...yang mana ya, tapi, aku lebih suka senja. Tapi, aku juga suka malam. Ah, bingung. Kenapa, Ri, tumben lu nanya yang gituan ke gue??" Kata Tari sambil berpaling menatap Riani.
"Saat lu di tanya seperti itu, lu bingung mau jawab apa, kan. Karena lu suka ke duanya. Gue di suruh pilih, sekolah di luar negeri atau tetap di sekolah ini bersama kalian."
Tuturan Riani tak hanya membuat Tari menghentikan aktivitasnya memanggang daging, namun, Aira dan Shaura juga berhenti mengatur minuman dan lalapan.
Mereka bertiga menatap Riani diam.
Hening
"Pilih mana yang lebih lu suka dan lu butuh." Kata Aira yang mulai kembali mengatur gelas-gelas dan botol minuman.
"Ya, gue lebih suka di sini, gue butuh kalian. Tapi, gue juga ingin wujudkan impian gue sekolah di luar negeri." Suara Riani mulai parau.
Mereka kembali terdiam, keheningan memenuhi halaman belakang rumah Aira.
"Kita ngerti kok. Lagi pun, kita juga senang, kalau lu bisa wujutin impian lu. Jadi, sekarang, jangan bahas itu dulu, boleh. Kita kan lagi mau having fun ja. Jomblo-jomblo Manis, ya, nggak, Ra." Kata Shaura ingin mencairkan suasana yang hening itu.
"Iya, Ri. Kita senang-senang aja dulu." Kali ini Tari menimpalinya sambil tersenyum manis.
"Gue berangkat besok."
__________________________to be countinue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar