Selasa, 20 September 2016

Kenangan di langit Biru

Hari ini hujan kembali membasahi bumi, sudah seminggu sejak kau pergi, tak kunjung tanah mengering. Aku masih dengan kesibukan sehari-hari, hingga kerinduan melanda. Mulai kuulangi menjelajahi memori tentang kita, menelusuri semua kenangan yang pernah kita bina, sejak kita tak begitu akrab, hingga kita menjadi sahabat.
Ingin ku susul kau ke sana, namun apa daya, segala hal yang ku punya tak mendukung untuk ku bisa mengunjungi tempat dimana kau kini berada. Dulu, saat jarak kita masih bisa terjangkau via suara, aku tak begitu khawatir, karena aku masih bisa mendengar suaramu tapi, sekarang berbeda, aku tak bisa menjangkau wajahmu pun suaramu, bukan karena aku tak ingin tapi, lebih karena kau tak menginginkannya. 
Aku mengerti, tak selamanya aku bisa melepas kerinduan itu dengan memandang atau mendengarmu tapi, aku tak bisa menghilangkanmu dari pikiran dan hatiku. Aku tahu aku bukanlah yang terpenting bagimu, yang terbaik bagimu, yang teristimewa, tapi detidaknya, ingatlah aku yang pernah menjadi sahabatmu.
Kini aku kembali menjalani hari-hariku dengan tenang, dan masih membawa rinduku untukmu, aku tak berharap bisa melupakanmu, namun aku yakin, seiring waktu berjalan, tanpa adanya kamu dengan semua omonganmu, tingkahmu yang menyebalkan,  suaramu yang menenangkan, dan semua tingkahmu yang membuatku tersenyum, dengan sendirinya pula, aku membiarkan dirimu dengan hidupmu yang baru, meski tak kupungkiri, doa selalu ada untukmu.


By : Your Best Friend "Little Bro"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar