Rabu, 03 Juni 2015

Bangun Dari 'Tidur'

Hanya sebagai renungan semata...

 Bahagia itu sederhana, hanya positive thinking dan selalu bersyukur, yang harus di ingat adalah hal-hal yang menghambat kebahagiaanmu, satu, suka ikut campur urusan orang lain serta terus mengingat masa lalu yang kelam. Dalam kehidupan di dunia ini, tak ada manusia yang hidupnya bahagia selamanya dan juga sebaliknya.
 Bumi itu terus berputar, begitu pun kehidupan manusia yang terus berputar, tak selamanya bahagia, karena Allah SWT. menciptakan kesengsaraan dan kesedihan sebagai ujian dan cobaan, begitu pun sebaliknya, tak selamanya kehidupan itu selalu dalam kesengsaraan, karena Allah SWT. juga menciptakan kebahagian sebagai balasan bagi mereka yang sabar dan bersyukur namun, kebahagiaan itu tak hanya berfungsi sebagai hadian dariNya, terkadang kebahagiaan itu bisa berupa ujian dan cobaan pula bagi mereka.
Dalam penulisan ini, mungkin semua informasinya telah banyak anda ketahui, akan tetapi, biarlah tulisan ini menjadi sebuah bacaan yang bisa mengingatkan kembali bagi para pembacanya tentang kehidupan yang sementara, dan tentang bekal apa yang harus disiapkan dalam perjalanan menuju akhirat.
Sebagai seorang muslim, kita bisa kembali meninjau, apa maksud nama dari muslim tersebut, secara bahasa, muslim adalah bahasa Arab yang artinya orang yang memberi keamanan, dan coba kita renungkan, apakah kita termasuk orang yang memberi keamanan kepada orang lain? Dalam hal apa pun itu.
Kemudian berlanjut dengan sebutan bahwa kita seorang mukmin, kembali kita tinjau kata mukmin yang juga di ambil dari bahasa Arab yang artinya orang yang beriman, dan mari sama-sama kita renungkan, bagaimanakah iman kita sekarang ini? Seimbangkah keinginan kita terhadap duniawi dengan keinginan kita terhadap akhirat?
Dewasa ini, ada berbagai macam jenis orang muslim dan orang mukmin, di antaranya :
1.     Mereka yang mengaku muslim, pekerjaannya selalu merisaukan orang lain, tanpa ia sadari, ia bukanlah muslim sejati. Bagaimana dengan kita?
2.    Mereka mengaku mukmi, perbuatannya membuat orang di lain sakit hati dan ikut berbuat dosa dengan bergosib tentangnya, atau pun marah-marah padanya, dan itu tidak baik. Bagaimana dengan kita?
Yang tertera di atas adalah gambaran umum, tinggal kembali kepada kita, renungkan, bagaimana perjalanan iman kita hari ini, meningkat kah atau sebaliknya.
Bagi kita orang-orang Islam, ada istilah ‘Manusia tempat lupa dan salah’, istilah itu bisa kita rubah menjadi ‘Manusia taka da yang sempurna, hanya mencoba menjadi selalu yang terbaik’, dengan terus melatih diri, dan berusaha menjadi muslim sejati, In Syaa Allah, Ia akan memberi jalan yang terbaik buat kita, Amin.
Sebentar lagi bulan Ramadhan tiba, waktu nya menjadikan diri sebagai seorang muslim yang bertaqwa, sebulan penuh kesempatan yang diberikan Allah SWT. kepada kita, gunakan hal itu sebaik mungkin, agar kelak, taka da lagi kata ‘menyesal’.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar