Hanya sebagai renungan semata...
Bahagia itu sederhana, hanya positive thinking
dan selalu bersyukur, yang harus di ingat adalah hal-hal yang menghambat
kebahagiaanmu, satu, suka ikut campur urusan orang lain serta terus mengingat
masa lalu yang kelam. Dalam kehidupan di dunia ini, tak ada manusia yang
hidupnya bahagia selamanya dan juga sebaliknya.
Bumi itu terus berputar, begitu pun kehidupan
manusia yang terus berputar, tak selamanya bahagia, karena Allah SWT.
menciptakan kesengsaraan dan kesedihan sebagai ujian dan cobaan, begitu pun
sebaliknya, tak selamanya kehidupan itu selalu dalam kesengsaraan, karena Allah
SWT. juga menciptakan kebahagian sebagai balasan bagi mereka yang sabar dan
bersyukur namun, kebahagiaan itu tak hanya berfungsi sebagai hadian dariNya,
terkadang kebahagiaan itu bisa berupa ujian dan cobaan pula bagi mereka.
Dalam
penulisan ini, mungkin semua informasinya telah banyak anda ketahui, akan
tetapi, biarlah tulisan ini menjadi sebuah bacaan yang bisa mengingatkan
kembali bagi para pembacanya tentang kehidupan yang sementara, dan tentang
bekal apa yang harus disiapkan dalam perjalanan menuju akhirat.
Sebagai
seorang muslim, kita bisa kembali meninjau, apa maksud nama dari muslim
tersebut, secara bahasa, muslim adalah bahasa Arab yang artinya orang yang
memberi keamanan, dan coba kita renungkan, apakah kita termasuk orang yang
memberi keamanan kepada orang lain? Dalam hal apa pun itu.
Kemudian
berlanjut dengan sebutan bahwa kita seorang mukmin, kembali kita tinjau kata
mukmin yang juga di ambil dari bahasa Arab yang artinya orang yang beriman, dan
mari sama-sama kita renungkan, bagaimanakah iman kita sekarang ini? Seimbangkah
keinginan kita terhadap duniawi dengan keinginan kita terhadap akhirat?
Dewasa
ini, ada berbagai macam jenis orang muslim dan orang mukmin, di antaranya :
1.
Mereka yang mengaku
muslim, pekerjaannya selalu merisaukan orang lain, tanpa ia sadari, ia bukanlah
muslim sejati. Bagaimana dengan kita?
2.
Mereka mengaku mukmi,
perbuatannya membuat orang di lain sakit hati dan ikut berbuat dosa dengan
bergosib tentangnya, atau pun marah-marah padanya, dan itu tidak baik.
Bagaimana dengan kita?
Yang tertera di atas adalah
gambaran umum, tinggal kembali kepada kita, renungkan, bagaimana perjalanan
iman kita hari ini, meningkat kah atau sebaliknya.
Bagi kita orang-orang Islam, ada
istilah ‘Manusia tempat lupa dan salah’, istilah itu bisa kita rubah menjadi
‘Manusia taka da yang sempurna, hanya mencoba menjadi selalu yang terbaik’,
dengan terus melatih diri, dan berusaha menjadi muslim sejati, In Syaa Allah,
Ia akan memberi jalan yang terbaik buat kita, Amin.
Sebentar lagi bulan Ramadhan
tiba, waktu nya menjadikan diri sebagai seorang muslim yang bertaqwa, sebulan
penuh kesempatan yang diberikan Allah SWT. kepada kita, gunakan hal itu sebaik
mungkin, agar kelak, taka da lagi kata ‘menyesal’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar