
Aku ingin menjadi cahaya yang mampu
menerangimu dalam kegelapan, inginku memilikimu selamanya, namun itu mustahil,
karena nyatanya kau begitu jauh dariku. Aku ingin kembali berada disampingmu
disaat duka maupun suka, namun itu juga mustahil, karena kita sekarang,
terpisah jarak dan waktu. Aku ingin kembali ke waktu dimana aku mampu untuk
mengungkapkan perasaanku, bahwa aku menyayangimu melebihi diriku sendiri,
namun, waktu tetap tak mampu kembali ke masa itu, masa dimana kita saling
berbicara satu sama lain, saling bercanda, tertawa, bahkan menangis. Ibal… aku
hanya mampu berharap dan mendoakanmu, agar kamu baik-baik aja disana, amin.
By
: Sherly
Untuk
beberapa detik, Sherly hanya mampu tersenyum membaca surat yang ditulisnya
untuk Ibal_sahabat yang begitu dicintainya. Dilipatnya kembali kertas itu dan
kembali dimasukkan kedalam kotak yang berisikan bingkisan lukisan Ibal yang
dilukis dengan tangannya sendiri.
4
tahun dua sahabat itu telah berpisah. Akankah waktu berkenan mempertemukan mereka
kembali? Hanya waktu yang mampu menjawab. Sherly kembali membungkus kotak itu
bengan kertas kado yang berwarna abu-abu kemudian dipitakan dengan pita putih
yang berkilau. Sherly menatap kotak itu lama, kotak yang ingin dikirimnya ke
Indonesia, tepatnya ke rumah Ibal, namun tragedy yang menimpanya membuatnya tak
mampu mengirim kado untuk ulang tahun Ibal itu. Meski telah begitu lama, kado
itu masih disimpannya dengan baik.
######
Tidak ada komentar:
Posting Komentar