Senin, 08 Oktober 2012

Sepucuk surat yang hilang


Sepucuk surat yang hilang

Aku ingin menjadi cahaya yang mampu menerangimu dalam kegelapan, inginku memilikimu selamanya, namun itu mustahil, karena nyatanya kau begitu jauh dariku. Aku ingin kembali berada disampingmu disaat duka maupun suka, namun itu juga mustahil, karena kita sekarang, terpisah jarak dan waktu. Aku ingin kembali ke waktu dimana aku mampu untuk mengungkapkan perasaanku, bahwa aku menyayangimu melebihi diriku sendiri, namun, waktu tetap tak mampu kembali ke masa itu, masa dimana kita saling berbicara satu sama lain, saling bercanda, tertawa, bahkan menangis. Ibal… aku hanya mampu berharap dan mendoakanmu, agar kamu baik-baik aja disana, amin.
                                                                                   
                                                                                                            By : Sherly

Untuk beberapa detik, Sherly hanya mampu tersenyum membaca surat yang ditulisnya untuk Ibal_sahabat yang begitu dicintainya. Dilipatnya kembali kertas itu dan kembali dimasukkan kedalam kotak yang berisikan bingkisan lukisan Ibal yang dilukis dengan tangannya sendiri.
4 tahun dua sahabat itu telah berpisah. Akankah waktu berkenan mempertemukan mereka kembali? Hanya waktu yang mampu menjawab. Sherly kembali membungkus kotak itu bengan kertas kado yang berwarna abu-abu kemudian dipitakan dengan pita putih yang berkilau. Sherly menatap kotak itu lama, kotak yang ingin dikirimnya ke Indonesia, tepatnya ke rumah Ibal, namun tragedy yang menimpanya membuatnya tak mampu mengirim kado untuk ulang tahun Ibal itu. Meski telah begitu lama, kado itu masih disimpannya dengan baik.

######




Tidak ada komentar:

Posting Komentar