Tertulis berjuta kata untukmu
Menuturkan rindu terpendam
Tak sampai waktu melihat
Adakah kau seirama
Lewat desiran angin..
Ku layangkan seribu rasa..
Tak terhingga masa
Tak tertutup fatamorgana
Kau selalu ku rindu..
Ku amankan kau
Dalam doa dan bangun malamku
Tak terbaca malam
Atau pun siang..
Hingga singgasana emas
Terpahat kita
Dalam bingkai halal dan abadi..
Amin...
"Tak terasa begitu lama ia pergi, Na. Tapi, hanya aku yang slalu mengirimkannya email, namun tak pernah ada balasan." ujar Sinta sambil menutup laptopnya dan merebahkan dirinya di sisi Nina yang masih asyik membaca bukunya.
"Liburan simester ini, kau susul saja dia ke sana, dia pasti senang." kata Nina sambil tersenyum.
"Tapi, dia tak mengizinkanku ke sana."
"Oh come on, Ta. Dia itu tunangan kau, tak seharusnya dia bersikap seperti ini padamu, kau susul dia ke sana, dan perjelas, mengapa dia tak pernah membalas email kau selama hampir lima tahu ini." kali ini Nina sedikit meninggikan suaranya.
"Oke. Aku ke sana, dengan syarat, kau juga harus ikut."
"Oke."
To be continue....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar